Desa Jungkare

Kec. Karanganom
Kab. Klaten - Jawa Tengah

Info

Artikel

Jejak Masjid Tiban Pulosari Klaten, Konon Tempat Sembunyi Laskar Kiai Mojo

Administrator

06 Maret 2025

384 Kali dibuka

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng

Kamis, 06 Mar 2025 03:23 WIB

masjid-tiban-pulosari-desa-jungkare-karanganom-klaten-foto-diunggah-rabu-532025-1741173086189_169 

Masjid Tiban Pulosari, Desa Jungkare, Karanganom, Klaten. Foto diunggah Rabu (5/3/2025). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng


Klaten - Sebuah masjid kecil atau langgar terdapat di Dusun Pulosari, Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Klaten. Masjid yang sering disebut masjid tiban (tidak jelas pendiriannya) itu konon pernah menjadi tempat persembunyian laskar Pangeran Diponegoro yang dipimpin Kiai Mojo.


Bentuk masjid tiban yang sering disebut masjid tiban Kiai Mojo itu sangat sederhana dengan plesteran tembok ala kadarnya berukuran sekitar 7x8 meter. Di ruangan tengah masjid di tepi sungai itu ditopang empat tiang kayu yang mulai lapuk.

masjid-tiban-pulosari-desa-jungkare-karanganom-klaten-foto-diunggah-rabu-532025-1741173086129_169

 Masjid Tiban Pulosari, Desa Jungkare, Karanganom, Klaten. Foto diunggah Rabu (5/3/2025). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng

Tidak ada mihrab tempat imam sehingga lebih menyerupai rumah. Namun bentuk atapnya adalah atap berundak masjid pada umumnya dengan sebuah mustoko atau kubah terbuat dari tanah liat yang dibakar.

untuk mengunjungi masjid tiban itu memang perlu kejelian ekstra. Lokasi masjid berada di dusun yang dikepung persawahan padi dan dilingkari sungai terpisah dari dusun lainnya.

Dari jalan raya Karanganom-Jatinom, dusun itu tidak terlihat, yang terlihat dari jalan raya hanya sawah tanaman padi. Setelah melalui jalan aspal kecil ke selatan, terlihat gerumbul pepohonan penutup

Posisi dusun yang dihuni satu RT itu berada di lembah cekungan tepi sungai. Praktis dari jauh tidak terlihat ada permukiman karena lokasinya yang berada kontur tanah yang menurun dan tersembunyi.

"Dulu di sini (masjid tiban) menurut cerita adalah tempat persembunyian pada waktu perang Diponegoro (1825-1830). Di sini dipimpin Kiai Mojo, ada satu bergada atau kalau sekarang satu peleton," tutur sesepuh sekaligus keluarga ahli waris lokasi masjid, Mukiman (82), kepada detikJateng, Rabu (5/3/2025).

masjid-tiban-pulosari-desa-jungkare-karanganom-klaten-foto-diunggah-rabu-532025-1741173086043_169

Masjid Tiban Pulosari, Desa Jungkare, Karanganom, Klaten. Foto diunggah Rabu (5/3/2025). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng


Diceritakan Mukiman, menurut cerita kakeknya, pasukan Diponegoro saat itu dipecah-pecah karena melawan kompeni Belanda yang bersenjata senapan. Setiap kelompok ada 30-40 orang.

"Ya satu bergada di sini sekitar 30-40 orang. Ya termasuk kakek saya Kiai Kasan kan anak buahnya Kiai Mojo," jelas Mukiman.

Bahkan, sambung Mukiman, makam para prajurit Kiai Mojo itu sampai sekarang masih ada di utara kampung. Makam itu dirinya dan keluarganya yang merawat setiap hari.

"Makamnya para prajurit itu masih ada, saya yang membersihkan setiap saat. Dulu yang bangun makam itu dari Surakarta," katanya.

Mukiman menyebut, sejarah masjid tiban itu tidak ada yang mengetahui, termasuk dibangun siapa dan kapan. Saat kakeknya Kiai Kasan datang ke Pulosari, masjid sudah ada.

"Saat simbah saya ke sini setelah mengembara dan memutuskan tinggal menetap, masjid itu sudah ada. Tapi bentuknya belum masjid, cuma bangunan kayu atapnya ilalang, yang asli cuma tinggal mustokonya," terang Mukiman.

Masjid yang sekarang tembok, ungkap Mukiman, sebagian sudah direhab dirinya dan keluarganya sekitar 30 tahun lalu. Masjid kadang masih digunakan dirinya dan istri.

"Ya kadang saya sama istri. Tapi kadang ada pengunjung dari luar, kemarin dari Boyolali tiga orang, dulu dari Karangnongko, dulu pernah dari Cirebon," imbuh Mukiman yang tinggal di rumah berangka tahun 1842 pada kayu atapnya.

Salah satu warga Desa Jungkare, Surahmat mengatakan dari cerita turun-temurun memang masjid tiban Pulosari sudah ada sejak dulu. Dari cerita sesepuh, di masjid itu Kiai Mojo dan pasukannya bermarkas di lokasi.

"Kiai Mojo dan pasukannya singgah di situ saat perang dengan kompeni Belanda. Ya tempatnya memang tersembunyi," ungkap Surahmat.

Terpisah, Kadus 2 Desa Jungkare, Wakhid membenarkan cerita turun-temurun keberadaan pasukan Diponegoro di desanya. Pasukan Kiai Mojo sempat bermarkas di Pulosari.

"Ya ceritanya Kiai Mojo dan pasukannya di Pulosari, di masjid itu. Tugasnya menghadang kompeni Belanda ke arah Solo," ucap Wakhid kepada detikJateng.


Menurut pegiat sejarah Klaten, Hari Wahyudi, dari peta Belanda tahun 1930 masjid tiban Pulosari itu tidak ada gambarnya. Namun kemungkinan dulunya bentuknya bukan masjid umumnya karena untuk bersembunyi.

"Dulunya mungkin rumah tokoh pada masa perang yang dialihkan menjadi langgar (masjid kecil). Namun bisa juga pernah digunakan Kiai Mojo waktu bersembunyi 1825-1827 sehingga setelah perang selesai masjid itu disebut warga sebagai masjid tiban Kiai Mojo," paparnya.

"Sesuai peta yang dibuat Mayor de Stuers 1830 ajudan jenderal De Kock, di sekitar Desa Jungkare ada pertempuran-pertempuran antara Jungkare dan Gedaren di link bandar toto macau, juga tulisan kolonel Weitzel (penyalin laporan perang Diponegoro) Diponegoro juga pernah bermukim di Gedaren. Dengan adanya narasi-narasi sejarah itu kita bisa perkiraan daerah Jungkare, Gedaren, Jatinom itu basis laskar Diponegoro," imbuh Hari.

Baca artikel detikjateng, "Jejak Masjid Tiban Pulosari Klaten, Konon Tempat Sembunyi Laskar Kiai Mojo" selengkapnya https://www.detik.com/jateng/budaya/d-7808644/jejak-masjid-tiban-pulosari-klaten-konon-tempat-sembunyi-laskar-kiai-mojo.


Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Kepala Desa

WAKHID MUHSIN

Sekretaris

WAHID HASYIM

Kaur Keuangan

FITRIA AMBARNINGRUM, S.E

Kaur Umum dan Perencanaan

QOSIM ANSHORI

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Jungkare

Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah

Agenda

Belum ada agenda terdata

Sinergi Program

Komentar

Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari ini:155
Kemarin:76
Total:50.272
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:216.73.216.222
Browser:Mozilla 5.0

Transparansi Anggaran

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan

AnggaranRealisasi
Rp 1.021.610.351,00Rp 77.411.284,00

Belanja

AnggaranRealisasi
Rp 1.160.050.330,00Rp 59.995.823,00

Pembiayaan

AnggaranRealisasi
Rp 138.439.979,00Rp 158.439.979,00

APBDes 2026 Pendapatan

Lain-lain Pendapatan Asli Desa

AnggaranRealisasi
Rp 110.700.000,00Rp 23.200.000,00

Dana Desa

AnggaranRealisasi
Rp 307.868.000,00Rp 0,00

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

AnggaranRealisasi
Rp 81.944.952,00Rp 0,00

Alokasi Dana Desa

AnggaranRealisasi
Rp 325.097.399,00Rp 53.965.678,00

Bantuan Keuangan Kabupaten/kota

AnggaranRealisasi
Rp 195.000.000,00Rp 0,00

Lain-lain Pendapatan Desa Yang Sah

AnggaranRealisasi
Rp 1.000.000,00Rp 245.606,00

APBDes 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

AnggaranRealisasi
Rp 515.264.929,00Rp 38.686.323,00

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

AnggaranRealisasi
Rp 564.392.562,00Rp 7.967.500,00

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

AnggaranRealisasi
Rp 38.457.839,00Rp 0,00

Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa

AnggaranRealisasi
Rp 26.535.000,00Rp 13.342.000,00

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

AnggaranRealisasi
Rp 15.400.000,00Rp 0,00

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-7.652798825835504
Longitude:110.61839818954469

Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten - Jawa Tengah

Buka Peta

Wilayah Desa